belajar berenang

belajar berenang

Reuni setelah 30Th Alumni SMP YASPORBI I

Reuni setelah 30Th Alumni SMP YASPORBI I
Semoga kita selalu bersilaturahmi

Selasa, 14 Desember 2010

• Tujuan Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum dan Air Limbah

1. Umum
• Tujuan Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum dan Air Limbah
Untuk mencapai kondisi masyarakat yang hidup sehat dan sejahtera di masa datang, baik yang berada di daerah perkotaan maupun yang tinggal di daerah perdesaan, akan sangat membutuhkan ketersediaan air minum yang memadai secara berkelanjutan. Untuk itu disusunlah visi pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) untuk mewujudkan “Masyarakat hidup sehat dan sejahtera dengan air minum berkualitas”.
Untuk mencapai visi tersebut, ditetapkan 6 misi dalam pengembangan SPAM secara Nasional, yang meliputi:
1. Meningkatkan jangkauan dan kualitas pelayanan air minum.
2. Meningkatkan kemampuan manajemen dan kelembagaan penyelenggaraan SPAM dengan prinsip good and coorporate governance.
3. Mobilisasi dana dari berbagai sumber untuk pengembangan sistem penyediaan air minum.
4. Menegakkan hukum dan menyiapkan peraturan perundangan untuk meningkatkan penyelenggaraan SPAM.
5. Menjamin ketersediaan air baku yang berkualitas secara berkelanjutan.
6. Memberdayakan masyarakat & dunia usaha berperan aktif dalam penyelenggaraan SPAM.
• Sasaran
Mengacu pada Peraturan Pemerintah No. 16 Tahun 2005 tentang Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum dan peraturan lainya serta skenario pengembangan SPAM, Sasaran dari Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) melalui perpipaan dan non-perpipaan terlindungi, antara lain sebagai berikut:
1. Tewujudnya pengelolaan dan pelayanan air minum yang berkualitas dengan harga terjangkau dengan peningkatan cakupan pelayanan melalui system perpipaan yang semula 18% pada tahun 2004 menjadi 32% pada tahun 2009 dan selanjutnya meningkat menjadi 60% pada tahun 2015.
2. Tercapainya peningkatan efisiensi dan cakupan pelayanan air dengan menekan tingkat kehilangan air direncanakan hingga pada angka 20% dengan melibatkan peran serta masyarakat dalam dunia usaha.
3. Penurunan presentase cakupan pelayanan air minum dengan system non-perpipaan terlindungi pada tahun 2004 sebesar 37,47% menjadi 33% pada tahun 2009 dan 20% pada tahun 2015, sehinggga presentase penggunaan SPAM melalui sistem non-perpipaan tidak terlindungi semakin menurun dari tahun ke tahun.
4. Pembiayaan pengembangan SPAM meliputi pembiayaan SPAM meliputi pembiayaan untuk membangun, memperluas serta meningkatkan sistem fisik (teknik) dan sistem non fisik SPAM. Pemerintah dapat memberikan pendanaan sampai dengan pemenuhan standar pelayanan minimal sebesar 60 L/o/h yang di butuhkan secara bertahap; Bantuan Pemerintah diutamakan untuk kelompok masyarakat berpenghasilan rendah dan miskin.
5. Tercapainya kepentingan yang seimbang antara konsumen dan penyedia jasa pelayanan.
• Kebijakan
Kebijakan pengembangan SPAM dirumuskan dengan menjawab isu strategis dan permasalahan dalam pengembangan SPAM. Secara umum kebijakan dibagi menjadi lima kelompok yaitu :
1. Peningkatan cakupan dan kualitas air minum bagi seluruh masyarakat Indonesia
2. Pengembangan pendanaan untuk penyelenggaraan SPAM dari berbagai sumber secara optimal
3. Pengembangan kelembagaan, peraturan dan perundang-undangan
4. Peningkatan penyediaan Air Baku secara berkelanjutan
5. Peningkatan peran dan kemitraan dunia usaha, swasta dan masyarakat

2. Kegiatan Pengembangan Air Minum
• Arah dan Kebijakan
Kebijakan pengembangan SPAM Nasional diarahkan pada Peningkatan cakupan dan kualitas air minum bagi seluruh masyarakat Indonesia. Peningkatan cakupan dan kualitas air minum memiliki arah kebijakan sebagai berikut:
 Meningkatkan cakupan kualitas pelayanan air minum secara konsisten dan bertahap.
 Menurunkan kehilangan air teknis melalui perbaikan dan rehabilitasi.
 Memprioritaskan pembangunan untuk masyarakat berpenghasilan rendah
• Strategi
Untuk menjawab kebijakan dan arah kebijakan tersebut, strategi pengembangan SPAM yang disiapkan adalah:
 Mengembangkan SPAM dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan minimal untuk memperluas jangkauan pelayanan air minum terutama untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang dilakukan secara bertahap di setiap propinsi.
 Mengembangkan aset manajemen SPAM dalam rangka meningkatkan efisiensi dan efektifitas pengelolaan.
 Meningkatkan dan memperluas akses air yang aman melalui nonperpipaan terlindungi bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
 Mengembangkan penyediaan air minum yang terpadu dengan sistem sanitasi
 Mengembangkan pelayanan air minum dengan kualitas yang sesuai dengan standar baku mutu
 Mengembangkan sistem informasi dan pendataan dalam rangka monitoring dan evaluasi kinerja pelayanan air minum
• Sasaran
Untuk menindaklanjuti strategi pengembangan SPAM tersebut, dilakukan penentuan dan pengelompokkan prioritas sasaran dalam pembangunan keciptakaryaan di bidang air minum secara Nasional. Sasaran program prioritas kegiatan penyediaan prasarana dan sarana air minum terdiri dari:
 Pembangunan sistem penyediaan air minum melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat di desa miskin, desa rawan air/kekeringan, daerah pesisir, dan daerah terpencil.
 Penyediaan air minum di kota kecil dan atau IKK rawan air/belum ada sistem penyediaan air minum
 Penyediaan air minum untuk permukiman masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di kawasan kumuh/nelayan.
 Penyediaan Air Minum Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS)
 Penyediaan air minum di ibukota kabupaten/kota pemekaran
 Penyediaan air minum di kawasan RSH (PNS/TNI/POLRI)/Rusunawa (Rumah Susun Sederhana Sewa) di kota besar/metropolitan
 Bantuan penyehatan PDAM melalui bantuan teknis dan bantuan program bagi PDAM kategori kurang sehat/sakit.

Komitmen kerja sang Dirut PDAM Phnom Phenh oleh oleh Bambang Purwanto

Obrolan AMPL (1): Komitmen kerja sang Dirut PDAM Phnom Phenh

Sore-sore sambil nyruput kopi decafe merk Ily mas Ampel merenung sambil sepintas lalu main fb, timbul pertanyaan yang selalu mengganjal dihati kenapa ya pada tahun 70an kondisi listrik, telpon dan air minum sama “jeleknya” tapi di tahun 2010 ini listrik demikian majunya sampai pada ulang tahun 27 Oktober 2010 lalu sang Dirut PLN sukses meresmikan 1 juta (mohon baca satu juta) sambungan PLN langsung nyala, kemudian telpon lebih meng-“hebohkan” lagi jumlah sambungan rumah telpon ditambah sambungan non rumahnya (mobile) sudah lebih dari 180.000.000 sambungan atau 80 % penduduk Indonesia (angka ini dijamin ini masih lebih) punya akses telpon, tapi air minum hayo berapa? Ada yang bilang masih sekitaran 40an % .Belum lagi dari 494 Kabupaten/Kota baru ada pengelola PDAM sebanyak 281 buah dan yang sehat baru 132an.

Mas Ampel tiba2 teringat 15an tahun yang lalu waktu bertemu pak Lao di suatu acara workshop KPS di Macau, waktu itu pak Lao adalah seorang Dirut PDAM Phnom Penh yang masih baru diangkat, dari ngobrol2 dia sangat berobsesi memajukan PDAMnya, dan ternyata setelah 15 tahun apa yang terjadi dengan PDAM Phnom Penh; manajemen PDAM menjadi efisien, pegawai di ”rasionalisasi” dari 500 orang menjadi 400 orang, karyawan sekarang sudah bermotivasi tinggi, tidak ada nepotisme lagi, karyawan menjadi disiplin, gaji naik 10x lipat, cakupan naik dari 20 menjadi 70% dan keuangan sekarang jadi BEP yang tadinya defisit terus, timbul pertanyaan apa yang dilakukan oleh sang Dirut???

Jawabannya adalah: pak Dirut mempunyai suatu komitmen manajemen yang sangat tinggi; dikantornya dia mempunyai velbet (tempat tidur lipat) sering hari Saptu dan Minggu dia tidak pulang kerumah tidur dikantor, dengan beberapa stafnya merencanakan dan memikirkan dan melakukan langkah2 apa agar PDAMnya maju, dan dia berhasil meningkatkan kinerja PDAM menjadi nomer 6 bisa mengalahkan Hyderabat (India), Penang (Malaysia) dan Haipong (Vietnam) dari kerja keras Tim PDAM. Bravo pak Lao.

Pikiran mas Ampel lalu menerawang ke Indonesia sambil berandai-andai. (bp)

Rabu, 12 Mei 2010

Cahaya Batang Uru, "Kami Tidak Byarpet Seperti PLN

Cahaya Batang Uru, "Kami Tidak Byarpet Seperti PLN"

Beberapa orang sibuk mengatur letak CPU dan monitor komputer. Ada yang memegang kabel, ada pula memeriksa colokan. Mereka serius, Mereka bersemangat. Penonton yang memenuhi ruangan berukuran tidak lebih delapan x delapan meter itu juga tak kalah seriusnya.

Lalu, kamera menyorot wajah seorang dari para pria yang sibuk memasang komputer tersebut. Komputer telah terinstal, wajah pria ini sumringah. Tapi, pria ini dengan polos berujar,”Yang mana yang ditekan,?” dengan aksen Toraja. Penonton tergelak. Suasana jadi riuh.

***

Adegan pertama di film berjudul “Cahaya Air Dari Batang Uru” ini mengisahkan manfaat sejak berjalannya pembangkit listrik mini tenaga hidro yang dirintis oleh Ir.Linggi dan warga desa setempat. Linggi adalah alumni jurusan Mekanisasi Pertanian Unhas yang bertanggungjawab di balik inisiatif murni swadaya warga tersebut. Wajah Linggi dan suaranya yang dominan dalam film itu.

Tanggal 10 Mei 2010, sejak pukul 16.30 puluhan orang yang hadir di ruang utama kantor Yayasan Bakti di jalan Dr. Soetomo menikmati alur cerita dari film berdurasi tiga puluh menit tersebut. Mereka datang dari berbagai kalangan seperti mahasiswa, staf proyek donor, wartawan, pegiat LSM, Bappeda Propinsi, Penanaman Modal, bahkan staf Perusahaan Listrik Nasional. Mereka antusias mengikuti pemutaran film istimewa yang dibesut oleh Rumah Ide asal Makassar.

Yang lebih istimewa karena Ir. Linggi, pria berperawakan sedang dan sederhana , warga Batang Uru, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat itu hadir di tengah para penoton. Setelah pemutaran film, dialog pun digelar. Linggi yang juga terpilih menjadi anggota DPRD Kabupaten Mamasa karena prestasinya ini terlihat cekatan menyampaikan pengalaman kerjanya.

Dari cerita film tergambar bagaimana warga memanfaatkan aliran sungai sebagai sumber energi listrik. Tugas Linggi mendisain dan menyiapkan mesin pembangkit yang dapat mengubah energi dari alam tersebut. Material dan tenaga murni swadaya Linggi dan beberapa warga desa. Lampu menyala, rumah warga terang benderang. Kegiatan ekonomi juga berjalan. Warga dapat membuka usaha meubel, menikmati masakan dari rice cooker, dan tentu saja anak-anak dapat belajar pada malam hari dengan cahaya melimpah.

“Kami over tenaga listrik,” Kata Linggi kalem.

Rupanya, Linggi mempunyai kelebihan tersendiri dan cita-cita mulia. Dia mengelola pengetahuan dan keterampilannya untuk memproduksi mesin pembangkit mikro hidro. Bersama dia, kini bekerja 20an karyawan lulusan SD asal kampung tersebut. Dia merintis jaringan kerjasama dengan perusahaan di Bandung yang juga memiliki fokus kerjaan yang sama.

“Di Batang Uru, saya tidak mempekerjakan lulusan SMA karena mereka potensial menjadi pegawai pemerintah. Saya memberi kesempatan kepada yang hanya tamat SD,” kata Linggi diplomatis.

Dari satu bagian film yang diputar terlihat bagaimana Linggi memimpin pertemuan antar warga membahas instalasi, pengaturan dan rincian pembiayaan dan pembayaran bagi setiap pemakai. “Kami kini menggaji karyawan setiap bulan dengan total gaji 20an juta,” Katanya bangga. Darinya puluhan mesin pembangkit hidro telah didistribusi ke beberapa wilayah lainnya di Sulawesi. “Biaya pembuatan satu unit pembangkit tidak sampai Rp.50 Juta. Ini di luar biaya instalasi dan kebutuhan lainnya”. Dari usaha inilah Linggi memberikan nilai ekonomi kepada kampung halamannya.

Linggi memanfaatkan sarana ibadah gereja sebagai forum diskusi, membangun kesepakatan dengan warga. Linggi terlihat optimis dengan apa yang telah dilakukannya. Warga menikmati limpahan energi listrik dari pemangkit dan dia mengembangkan usaha perakitan pembangit listrik tenaga hidro.

Biaya operasional listrik warga ini telah berjalan langgeng tanpa kendala pembiayaan. Jika pada proyek bantuan listrik di beberapa desa terpencil gagal karena warga tidak membiayai biaya operasional maka pengelola listrik di Batang Uru telah surplus pemasukan. Linggi layak diganjar sebagai inovator pembangunan desa mandiri energi. Cahaya mengalir dari Batang Uru di atas jerih payah mereka.

Kreasi Linggi dan cahaya yang mengalir dari air sungai Batang Uru muncul karena solidaritas dan kerjasama antar warga. Sekaligus menjadi bukti bahwa perpaduan keahlian, keterampilan dan sumberdaya alam yang tersedia adalah kombinasi yang apik dan dapat melanggengkan kehidupan warga, bahkan menuju kegemilangan generasi.

Di Batang Uru, desa penerima gelar desa mandiri energi tahun 2008 dalam ihwal kelistrikan, fungsi pelayanan negara menjadi pengecualian karena mereka dapat memenuhi kebutuhan energinya dengan leluasa. Betul sekali, sebagaimana pesan ending film itu yang dengan angkuh mengakui kelebihannya dari PLN yang kelimpungan karena krisis listrik. Menurut cerita Linggi dari kreasi ini, desa mampu menghasilkan listrik hingga 50 kilowatt. Besaran listrik yang dihasilkannya tergantung debit dan elevasi aliran air sungai. Seperti terlihat dari film itu, warga desa sedang menyiapkan fasilitas turbin untuk menghasilkan listrik hingga 100 kilowatt.

“Walau tinggal di desa, kami lebih baik dari warga kota yang selalu mengalami byar pet karena PLN yang defisit, ” begitulah kurang lebih pesan Linggi dari film tersebut.

Gowa, 11052010

Sabtu, 27 Februari 2010

chat widget




ShoutMix chat widget

Selasa, 26 Januari 2010

Untitled

PMI

WATER LILY AS BIOGAS

BIOGAS ECENG GONDOK

lingkunganhijau-noor.blogspot.com

( for English version go to : http://practicallygreen-sn.blogspot.com )

Eceng gondok yang memiliki nama lain ‘Eichornia crassipes’ adalah sejenis tumbuhan air yang hidup terapung di permukaan air. Akan berkembang biak manakala dipenuhi limbah pertanian atau pabrik sehingga menjadi indicator dimana di tempat/sungai tersebut sudah terkena pencemaran/limbah.

Tanaman gulma (pengganggu) ini dibagi menjadi dua macam, yaitu :

1. Eceng biasa (genjer) : tumbuhan air yang tumbuh di sawah-sawah dan daun muda. Bunganya yang kuncup dapat dijadikan sayuran (Dapat dimakan oleh manusia)


2. Eceng gondok : sejenis tanaman hidrofit. Tumbuhan ini tidak dapat dimakan bahkan tanaman gulma ini menjadi tanaman pengganggu bagi tumbuhan lain dan hewan sekitarnya.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgRjcD6QigdcOZBfQwrrVkovxSBP6BL24QHTRLlLEFOAJt2OG23Q-pxCtFk0n1G0jOjq0x_T6S95D3R6eVcmdqQMeNG91uQGSOcxzoFoG6wX7L4kU4g_lS6hU438PMO8O68Qi60-fqf6r4/s200/ecenggondok.jpg

Meski memiliki sifat pengganggu, eceng gondok ternyata berperan penting dalam mengurangi kadar logam berat di perairan waduk seperti Fe, Zn, Cu, dan Hg. Selain itu, eceng gondok dapat menyerap logam berat. Dan yang paling menarik, tanaman ini mengandung selulosa dalam jumlah banyak. Dan selulosa inilah yang bisa digunakan sebagai bahan baker alternative.

Untuk membuat Biogas Eceng Gondok, terlebih dahulu harus disiapkan beberapa alat dan bahan yang diperlukan. Bahan dan alat itu dikelompokkan menjadi dua alat kerja, yaitu :

ALAT KERJA-1
- 3 buah drum isi 200 liter
- 1 buah drum isi 100 liter
- 1 meter pipa galvanis, ukuran 3 inchi
- 5 meter slang karet/plastic
- 3 buah stop kran, ukuran ½ inchi
- 50 cm pipa, ukuran ½ inchi
- 6 buah kleman slang, ukuran ½ inchi
- Pengelasan drum (Ls)

ALAT KERJA-2
- Plastik polyethylene
- Kompor biogas
- PVC ukuran 3 inchi
- 4 buah kenie, ukuran ½ inchi
- Drat luar dalam
- 2 buah isolatif besar
- 4 batang baut
- Karet ban dalam
- 1 buah pipa T, ukuran ½ inchi
- Slang plastic saluran gas
- PVC ukuran ½ inchi
- 3 buah stop kran, ukuran ½ inchi
- 2 buah lem paralon
- Lem aibon
- 2 plat acritik 150 cm2

CARA PEMBUATAN ALAT


1. Alat Fermentasi
Dua drum ukuran 200 liter dibuang tutup atasnya dan keduanya disambung dengan dilas secara horizontal. Di samping kiri dan kanannya dipasang 3 inchi pipa sepanjang 50 cm yang berguna untuk memasukkan eceng gondok yang sudah dirajang/ditumbuk dan pipa yang satunya lagi sebagai pembuangan. Setelah itu di bagian atas drum fermentasi dipasang pipa ½ inchi dan stop kran ½ inchi yang disambung dengan slang.


2. Alat Penampungan Gas
o Drum ukuran 100 liter tutup bagian bawahnya dibuang, kemudian pada tutup bagian yang tidak dibuang dipasang 2 buah pipa ½ inchi dan stop kran ½ inchi yang akan disambung dengan slang dari ruang fermentasi dan ke kompor gas. Lantas, tempat penampungan gas yang bagian sisinya atau tutupnya dibuang dimasukkan ke drum yang berukuran 200 liter yang sudah berisi 100 liter air.
o Selain alat penampung gas terbuat dari bahan plastic yang berukuran panjang 120 cm dan diameter 60 cm. Alat penampungan gas ini dimasukkan ke drum ukuran 200 liter yang sudah terisi air.
o Jika gas dari eceng gondok sudah masuk ke alat penampungan drum atau plastic maka akan terlihat mengambang. Fungsi air itu sebagai penekan. Air yang ada akan menekan gas ke atas. Karena air dan gas tak bersenyawa.

PROSES PRODUKSI


Ø Proses produksi eceng gondok sangat sederhana sekali, hanya dibutuhkan perlengkapan seperti tabung fermentasi yang tersambung ke tabung pengumpul gas dan diteruskan ke kompor. Hanya tiga bagian yang dibutuhkan dalam biogas ini, tabung fermentasi, tabung penampung gas, serta kompor sebagai media pembakar.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgyFg9Df8BbMz70O1gbGo1OUGvCLB0PiaWEoyIMah490lCSqXz_qZHhoFfq36i7wwiaQW9G7uLivgezhGsTsoxXqX7mQ-_uacRj8ZUYSv78c-5UGx1a-Sm6HeaRPhY8UvlFXA98SyqoIV8/s200/tabungfermentasi-penyimpangas-kompor.jpg


Ø Sebelum dimasukkan ke dalam tabung fermentasi, eceng gondok terlebih dahulu harus dirajang atau ditumbuk halus. Setelah itu dicampur air bersih 1:1. Misalnya 20 kg eceng gondok dicampur dengan 20 kiloliter air, lantas diaduk merata.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhx6G1dNMenBAPrKs8WuxY539IxVgGiBuVGZoTdtNcttii6yJC9gZEpakzyYNawIICl45lEj6MBJlJUzXPSiNZjbHmZP37OxTfWY_4KTBq7VcA5c_yR0qyY9HA3Vf-N5C-lX-3nHVpou_M/s200/rajanganecenggondok.jpg


Ø Setelah tercampur, masukkan ke dalam lubang pipa yang sudah disiapkan di ujung kiri tabung fermentasi yang akan mengalirkan gas ke drum penampungan setelah beberapa hari. Eceng gondok yang sudah ditumbuk sebanyak 20 kg dapat menghasilkan gas yang dapat dipakai selama 7 hari, dan setiap harinya dapat dipakai selama 30 menit.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgH3Fe5F0-mZsAHTv-G81Njsx6hAgfBqgfDbnq5-_W3cDHCy94GCTxPfSs8xsDiv9TBpjilmrzhxcTcj2IhDOh1B5rzr30LeibdA4oyOVbCouZvAFHjREvZT0wyNTfTJa84m-UWNmZ_M6o/s200/masuktabungfermentasi.jpg


Ø Eceng gondok seberat 30 kg yang telah dirajang tanpa ditumbuk dapat menghasilkan gas yang dapat dipakai selama 7 hari, dan setiap harinya dapat dipakai selama 90 menit.


Ø Ketika menggunakan biogas untuk memasak, tabung fermentasi bisa kembali diisi dengan eceng gondok baru. Secara terus menerus eceng gondok bisa terus dimasukkan ke dalam tabung fermentasi.


Ø Karena dalam tabung tersebut sudah terpasang pipa untuk proses pengeluaran, ampas eceng gondok akan mengalir dengan sendirinya bila eceng gondok baru masuk ke dalam tabung. Ampas ini bisa digunakan untuk pupuk kompos.

Glucose Tolerance Factor

Kependekan GTF adalah faktor toleransi glukosa. GTF ada dalam semua jaringan manusia, dan berfungsi terutama untuk menjaga tubuh normal metabolisme gula. Karena transport glukosa ke seluruh sel di dalam tubuh dalam koordinasi dengan reseptor insulin dan insulin, dikenal sebagai "faktor toleransi glukosa." GTF harus hadir untuk insulin untuk mengaktifkan reseptor insulin. GTF adalah kompleks yang mengandung bahan inti kromium trivalen ditambah mineral, vitamin, dan asam amino.

Orang-orang biasanya mendapatkan trivalen kromium dari makanan mereka. Kromium trivalen ini dikonversi ke GTF dan membantu menjaga metabolisme normal glukosa. Jika seseorang menderita dari jangka panjang kekurangan trivalen kromium, tubuh mereka akan menghasilkan kurang GTF, dan glukosa diserap oleh sistem pencernaan mereka tidak akan dibawa ke dalam sel dan diubah menjadi energi. Karena sangat terkonsentrasi gula darah tidak dapat sepenuhnya diserap oleh ginjal, orang akan menunjukkan gejala-gejala klinis diabetes, dan kelebihan glukosa akan muncul dalam urin. GTF memainkan peran penting dalam penyerapan glukosa oleh ginjal:

Setiap kali konsentrasi gula darah lebih tinggi dari biasanya untuk jangka waktu lama, akan ada peningkatan besar dalam konsumsi GTF sebagai badan usaha untuk reabsorb kelebihan glukosa. GTF yang telah melakukan fungsinya diekskresikan ke dalam urin oleh tubulus ginjal, yang sangat menguras tubuh pasokan trivalen kromium dan bertahap menyebabkan hilangnya fungsi ginjal. Ini adalah salah satu alasan utama mengapa diabetes terjadi. Terlepas dari ini, kerja paksa, kehamilan, obesitas, usia lanjut, alkoholisme, pembedahan, dan penyakit dapat mempercepat hilangnya kromium dari tubuh dan memperburuk kekurangan krom. Dengan membuat lebih sulit untuk gula darah untuk memasuki sel, kekurangan kromium akan menyebabkan gejala-gejala klinis Tipe II diabetes.

Pasal sumber: Dr Mao Chia-tergantung (Doctor of endokrinologi, University of Wisconsin)

http://www.gtf.com.my/eng/html/diabetes/gtfndiabetes/gtfndiabetes.htm
Selamat datang di Ensiklopedia Kesehatan Truestar yang paling komprehensif yang tersedia pada database informasi kesehatan, kesehatan, makanan, gizi, vitamin dan suplemen. Penggunaan bebas kita akan memungkinkan Anda untuk membuat informasi yang baik, keputusan yang bertanggung jawab untuk promosi kesehatan Anda sendiri dan kesejahteraan.